Pages

Pocong dan Kuntilanak membela kebenaran!!

Bookmark and Share
Uups.. judul postingan diatas bukan hot issue film horror terbaru berbau action dengan lakon utama dua sosok hantu paling eksis di Indonesia, yang namanya nggak berhenti dimodifikasi jadi setan tersetan ditiap kemunculannya. Tapi kalo emang bakalan ada, apakah film ini akan jadi ikonik baru superhero Indonesia? Atau dunia? Hahaha...



anyway, judul diatas cuma hasil kerja keras iseng gue buat menanggapi kebuntuan moviemaker indonesia dalam memberi sajian yang awesome di bioskop. gimana nggak, masa tiap mampir (doang) ke bioskop ato baca majalah film selalu liat judul yang itu-itu aja--cuman beda embel-embel. padahal gue kira setelah trilogi kuntilanak-nya rizal mantovani dan trilogi pocong-nya rudy soedjarwo (yang mana kita ketahui seri pertama dilarang tayang) beredar, bakal stop film berjudul sejenis. tapi ternyata gue salah. yang ada makin lama mereka dibikin semakin eksis dan narsis mampus menghantui penonton meski pada akhirnya kurang berhasil. kenapa ya kira-kira? ada yang bisa menjawab? hmm, kita tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. ^^

padahal setau gue, masih banyak setan di indonesia yang menjadi legenda urban dan nggak kalah serem. namun ternyata nggak menarik bagi produser kita dan nggak bisa menyaingi persaingan pasangan yang lagi jadi bahan gosip gue kali ini. gue liat-liat cuman sosok si mbak-mbak ngesot yang mau ikut-ikutan di modif seperti pada film suster ngesot, suster N dan kutukan suster ngesot. tapi selese pada film terakhir.

dan gue nggak tahu setelah judul pocong jumat kliwon dan rintihan kuntilanak perawan yang tayang baru-baru ini (liat tanggal postingan, jadi kalo lo baca post ini setahun kemudian berarti, udah kelewat jauh), film apalagi yang akan memakai jasa horror mereka? siapa tau nanti akan ada judul mendadak pocong, kuntilanak i'm in love, menculik pocong, i know what kutilanak did on my twitter, pocong in love, dll, dst, dsb.

gue yakin kalo mereka bisa bangkit dari alamnya pasti udah lama protes dan melayangkan gugatan ke pengadilan dengan bantuan pengacara kondang kek hotman paris ato ruhut sitompul untuk mematenkan nama mereka. jadi kalo ada produser film/sinetron mau make kudu ijin dulu dan bayar royalti. hahaha....

judul-judul film yang mamakai jasa om pocong dan tante kunti. yuk, mari di cek:

Kuntilanak
Kuntilanak 2
Kuntilanak 3
Terowongan Casablanca a.k.a Kuntilanak Merah
Kuntilanak Beranak
Sarang Kuntilanak
Paku Kuntilanak
Kuntilanak Kamar Mayat
Rintihan Kuntilanak Perawan
.... (isi nanti jika ada)

Pocong 2
Pocong 3
The Real Pocong
Pocong Jalan Blora
Pocong Jumat Kliwon
Pocong Keliling
Pocong vs Kuntilanak
Sumpah (ini) Pocong
Pocong Kamar Sebelah
Pocong Setan Jompo
Susuk Pocong
Dendam Pocong Mupeng
40 Hari Bangkitnya Pocong
... (isi nanti jika ada)

spesifikasi 2 setan ini ala wikipedia:

Pocong

Pocong, atau pocongan adalah istilah yang merujuk kepada jenazah yang dibalut kain kafan. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, namun kemudian penggunaannya meluas dalam bahasa Indonesia. Pengenaan kafan biasanya dilakukan setelah jenazah dimandikan, dan ketujuh lubang utama tubuh (kedua mata, kedua lubang hidung, dua lubang telinga, dan anus) disumbat kapas.

Pocong sering ditampilkan sebagai salah satu wujud hantu dalam legenda di Indonesia, dan cukup kuat mewarnai genre film horor nasional.

Kuntilanak

Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama "kuntilanak" atau "pontianak" kemungkinan besar berasal dari gabungan kata "bunting" (hamil) dan "anak". Mitos ini mirip dengan mitos hantu langsuir yang dikenal di Asia Tenggara, terutama di nusantara Indonesia. Mitos hantu kuntilanak sejak dahulu juga telah menjadi mitos yang umum di Malaysia setelah dibawa oleh imigran-imigran dari nusantara.

Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana.

Dalam cerita rakyat Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kemboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak dikatakan sering menjelma sebagai wanita cantik yang berjalan seorang diri dijalan yang sunyi. Oleh karena itu, cerita ini kemungkinan bertujuan menghindari golongan wanita daripada diganggu oleh pemuda-pemuda yang takut akan Kuntilanak ketika berjalan seorang diri di jalan yang sunyi.

Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir.

Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam", misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut "waru doyong").

Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.

Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.

sebelum diakhiri, permisi ya buat om dan tante yang lagi digosipin hehe... cuma mau ngasi info kok. sumpah, kok gue jadi merinding ya?

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar