Pages

PERKEMBANGAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA TERKINI

Bookmark and Share
INSTITUSI :
                Bahasa Indonesia sudah tidak asing lagi bagi kita, karena sudah menjadi keseharian kita berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia. Namun di zaman yang semakin modern ini Bahasa Indonesia pelan-pelan mulai terpinggirkan oleh pengaruh teknologi yang berkembang semakin pesat dan tidak ada batasnya. Kemudian banyaknya institusi-institusi yang mulai menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pengantar. Bila kita lihat lebih jauh, masyarakat Indonesia mulai lupa akan jati dirinya sebagai Bangsa Indonesia dan di era globalisasi ini bisa saja masyarakat Indonesia tidak sadar bahwa Bahasa Indonesia bisa terkikis sedikit demi sedikit bahkan hilang ditelan zaman.
Sebagai bangsa yang satu, seharusnya kita bangga dengan bahasa yang kita miliki dan bisa melestarikan kelangsungan Bahasa Indonesia. Perlu kita perhatikan di dalam bidang pendidikan penggunaan bahasa sebagai bahasa pengantar itu sangat penting dan akan mempengaruhi suatu pendidikan tersebut. Di negara kita sendiri, penggunaan bahasa asing contohnya bahasa inggris sudah mulai diperkenalkan kepada siswa/I sekolah dasar dengan alasan guna menunjang kemampuan siswa/I tersebut belajar dalam berbahasa sejak dini. Apalagi dengan pendidikan yang sudah bertaraf internasional, bahasa asing sebagai pengantar sehari-hari itu sudah wajib digunakan. Bila kita tinjau, ini bisa menjadi proses pembinasaan Bahasa Indonesia secara terselubung. Sudah selayaknya institusi pendidikan di Indonesia mengedepankan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dengan pengucapan baik dan benar. Setidaknya pengaplikasian pengucapan yang baik dalam percakapan sehari-hari.

MASYARAKAT :
            Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang lahir dengan keberagaman suku, adat, ras, golongan dan agama. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa. Dengan keberagaman tersebut, Indonesia memerlukan satu bahasa yang bisa dimengerti semua Warga Negara dan menjadi pemersatu bangsa. Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa yang tidak dapat ditinggalkan. Bahasa mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, karena dengan menggunakan bahasa seseorang juga dapat mengekspresikan dirinya, fungsi bahasa sangat beragam. Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, selain itu bahasa juga digunakan sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkunga atau situasi tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa memang sangat penting digunakan. Karena bahasa merupakan simbol yang dihasilkan menjadi alat ucap yang digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa. Baik menggunakan bahasa secara lisan maupun secara tulisan dan bahasa tubuh. Salah satu peranan bahasa yaitu sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu. Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakat bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakaiannya akan menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.
PEMERINTAH :
            Sampai saat ini tampaknya belum ada suatu kesamaan presepsi dan kebijakan yang tegas ( di tingkat nasional, institusi dan individual dosen ) mengenai masalah kenahasan untuk kepentingan perkembangan ilmu dan teknologi. Atas dasar beberapa dilema atau kendala kebahasaan indonesia, ada suatu pertanyaan yang sangat mendasar yang dapat dijadikan haluan suatu kkebijakan strategik nasional yang penting. Manakah kebijakan nasional yang paling efektif untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tteknologi di masa mendatang :
(1). Mengajarkan bahasa asing ( inggris ) kepada pelajar/mahasiswa sehingga mereka dapat membaca buku-buku asing tetapi tetap menggunakan bahasa indonesia sebagai pengantar,
(2). Menerjemahkan buku asing kedalam bahasa indonesia sehinggga ilmu pengetahuan asing dapat dipelajari oleh pelajar/mahasiswa indonesia yang tidak atau belum paham dan fasih bahasa asing pada tingkat yang memadai, atau
(3). Menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa resmi di perguruan tinggi ( buku teks dan bahasa pengantar kuliyah )
            Dapatkah dicapai suatu keadaan yang memungkinkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat segera dikuasai dan karya seni tinggi dapa segera dinikmati para pelajar dan mahasiswa tanpa mereka harus belajar bahasa asing dulu ? tidak mudah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, masing-masing pilihan akan membawa implikasi yang sangat luas baik dalam kehidupan masyarakat umum maupun akademik. Yang jelas kebijakan manapun yang dipilih akan mempunyai implikasi dalam membangun insan indonesia yang cerdas dan kompetitif.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar