Pages

Love in Perth [2010]

Bookmark and Share

jadwal rilis sebuah film emang aneh-aneh. ada produser yang mintanya tanggal segini, bulan ini, biar tepat momentumnya. atau malah ada yang sampe nunggu bertahun-tahun. nggak usah jauh-jauh ke hollywood buat ngambil contoh. kasus nyata yang terjadi di indonesia adalah jadwal rilis hari untuk amanda yang kedengeran gemanya awal tahun 2008 namun rilis pada bulan januari 2010. nggak berbeda jauh dengan film keluaran MD pictures arahan findo purwono ini yang ngendon setahun dari akhir tahun 2009 hingga rilis resmi dijaringan 21 akhir tahun 2010 dengan alasan yang nggak jelas.

love in perth, bercerita tentang lola, cewek berusia 16 tahun yang dapat beasiswa sekolah di salah satu high school di perth, australia. disinilah dia akhirnya bertemu dengan dhani. cowok jutek yang akhirnya luluh dengan segala tingkah polah lola. namun tanpa dhani dan lola sadari, ada ari, yang selama ini jadi teman curhat lola, yang diam-diam menaruh hati pada cewek satu itu. hingga pada suatu momen ari menyatakan cintanya. dan membuat semua jadi tak mudah sejak saat itu. lalu pada siapakah lola akan memberikan hatinya?

dengan plot dangkal dan super duper klise inilah film love in perth berjalan hampir satu setengah jam. sayangnya selain setting luar negeri yang terkesan 'wah', nggak ada apa-apa lagi yang bisa dilihat dari film ini. semua serba standar, flat dan bertaburan hal-hal chessy. dari benci jadi suka, rebutan cowok populer, cewek baik-baik ditindas ketua geng populer, cinta segitiga, kasih tak sampai, sahabat jadi cinta, ending sempurna, adegan monoton khas drama komedi dan kawan-kawan. what the fuck with it? serasa lagi baca novel teenlit!

jujur saja film ini amat-amat-amat sangat membosankan. sutradaranya nggak bisa nampilin hal-hal berbeda dari cerita cinta yang sudah basi kayak gini. akting artis pendatang baru kek gita gutawa, sangat kancut, sok dewasa dan sok penting. karir comeback derby romero di layar lebar pasca petualagan sherina juga so standart. bayangin aja lagi liat dia akting di sinetron striping kepompong. cukup salut dengan petra sihombing yang natural banget aktingnya dengan emosi dikala cemburu melihat kedekatan lawan mainnya begitu ngena. selebihnya, please deh, artis-artis pendukung yang sering eksis di sinetron MD sama sekali nggak penting untuk dilihat.

diharapkan menjadi film penutup tahun yang manis, namun gagal. love in perth hanya menambah daftar film ecek-ecek indonesia. sanggat nggak berguna pihak MD menyimpan film ini sampai setahun lamanya.

nggak ada yang spesial dari film cinta-cintaan ini selain bersetting diluar negeri (yang tempatnya itu-itu mulu) dan dibintangi oleh tiga penyanyi muda. beruntung soundtracknya sangat ear catching seperti parasit, aku cinta dia, malu tapi mau dan cinta takkan salah. cukuplah membuat gue nggak beranjak meninggalkan bioskop.

rating 3/10

http://www.smileycodes.info

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar