Pages

Romeo & Juliet [2009]

Bookmark and Share

rating 6/10

romeo dan juliet. inilah kisah cinta tragis jaman nenek gue masih kinclong yang nggak berhenti di eksplor dari masa ke masa. dari negara ke negara. entah dalam bentuk serial tivi, kartun sampe film layar lebar. termasuk oleh indonesia.

membawa semangat berani mati, para filmaker indonesia ini mencampur adukan kisah cinta abadi itu dengan bumbu permusuhan antara suporter tim sepakbola jakarta atau the jackmania dan the vicking bandung sebagai napas utama. berhasil? gue rasa, lebih dari apa yang gue bayangin. film ini menyajikan dengan brutal dan apa adanya. tentang semangat mereka, rasa persaudaraan dan tentu aja, cinta. bisa gue bilang istilah love is a blind ngena banget pas gue nonton film ini.

bercerita tentang desi, cewek bandung yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang the jackmania bernama rangga. tau sendirilah gimana permusuhan itu tertanam sejak lama. makanya nggak heran kalo kisah cinta mereka berjalan penuh sandungan. terutama kekangan dari kubu masing-masing. tapi dengan berbekal rasa cinta yang mengalahkan segalanya *kayak iklan deh* dua sejoli ini nekat untuk malawan segala hambatan itu sampai ke titik darah penghabisan.

kisah klise memang. yang di hampir semua film di dunia pasti dipake tekniknya dengan beragam versi. tapi klise nya cinta ini bukan sekedar tempelan. malah memperkuat cerita. karena dari pertikaian dua kubu 'anjing' inilah film romeo juliet mengalir dengan begitu cadas bak roller coaster *perumpaan yang sedikit nggak nyambung*.


anyway, terlepas dari soal diatas, gue rada-rada keganggu sama film ini. gangguan pertama terjadi pada menit-menit pembuka. especially scene serbuan the jack di bis yang ditumpangi supporter viking. gue sempet jetlag liatnya. coz, kameranya goyang-goyang. itu disengaja ato gimana sih? serasa lagi liat liputan berita deh. gue kira sih, emang gitu gaya si sutradara yang sempet kena ancaman dari pihak viking asli ini. tapi melihat hasil akhir film, kayaknya cuman di adegan itu aja deh yang kayak gitu. selebihnya biasa aja.

gangguan kedua adalah jalan cerita yang kedodoran pada enam puluh menit film berjalan. saat rangga memilih tinggal di kota malang, meninggalkan desi di bandung yang udah resmi jadi istrinya. kelihatan agak maksa gitu disini. apalagi alur film mandadak berubah mellow binti lambat, sempet membuat gue ngantuk. apalagi soundtracknya yang gilaaaaa, seriosa-seriosa gitu. serasa lagi di nina boboin gue. *hoaaaemmm...*

gangguan ketiga, wig si desi tuh. ngapain sih make wig segala. ribet tau. apalagi pas adegan seks di stadion. gue mikir sih, sissy priscilia yang berperan jadi desi, juga takut wig nya copot haha...

gangguan terakhir ini spoiler, kalo gak mau ngeganggu mending pas nanti tertarik buat nonton, jangan dibaca. ketika scene si rangga di tusuk oleh tukang rujak terlihat absurd. mana kayaknya nggak ada yang sadar kalo dia ditusuk. karena nggak nampilin apanya yang ditusuk ato gimana. tau-tau orang disekitar situ bilang dia udah mati. haha...

for your information, scene ending syutingnya di kota gue loh. haha... *nggak penting deh infonya * mungkin kalo syuting di jakarta langsung bisa ribet kali ya? apalagi film ini sempet kontroversi banget gitu kan? makanya dipilihlah malang sebagai penganti stadion di jakarta.

cuman satu yang bisa gue tangkep dan mungkin pesen buat sasaran utama kenapa film ini bisa sampe dibuat. *dan gue ngehnya ketika film ini berakhir di eksekusi dengan tragis*.

terlepas dari hal siapa yang memulai atau siapa yang harus mengakhiri, kayaknya nggak penting banget deh kita bunuh-bunuhan, bentrok-bentrokan cuma demi idealisme. okelah, gue ngerti sebagai orang yang masih awam, gue masih nggak tau gimana-gimana sejarah permusuhan ini. tapi kenapa harus dengan cara kayak gitu coba. apalagi cuman gara-gara bola. ayolah brader, kita bersaudara. hentikan hal-hal bullshit kayak gini. oke, peace. mending bikin tim nasional sepak bola indonesia milik kita maju masuk world cup, haha... *pertanyaanya; kapan.. kapan...?*

eh kenapa gue jadi ceramah gini sih? hahaha... *ketawa guling-guling*

overall, cadas. ini film cowok banget deh gue bilang. cuman masih banyak kekurangan disana-sini. maybe kalo lebih dimatangin lagi, hasilnya bisa lebih baik daripada ini. at least, salut deh buat kenekatan andibacthiar yusuf dan orang-orang dibelakang romeo juliet.

http://www.smileycodes.info

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar