Pages

Simfoni Luar Biasa [2011]

Bookmark and Share

"And I'm flying into the night. Flying into the sky. And go higher and higher again...." - Jayden

Sebagian orang mungkin akan mengira jika karya terbaru dari Awi Suryadi ini merupakan kloningan film Perancis berjudul Les Choristes yang rilis pada tahun 2004 dan memakai judul The Chorus untuk peredaran internasional. Nyatanya, Simfoni Luar Biasa memiliki jalan cerita yang berbeda. Kalaupun nantinya ada kesamaan sedikit, wajar deh ya.

Jayden (Christian Bautista) adalah seorang musisi berbakat yang karirnya stuck di tempat. Masalahpun datang bertubi-tubi dalam hidupnya. Dimulai dari penjualan album yang mengenaskan, perform panggung yang dilabeli dengan kata “garing”, hingga diusir paksa dari apartemen lantaran nggak mampu bayar uang sewa. Mengikuti saran dari sang tante yang bernama Helena (Maribeth), Jayden pun meninggalkan Manila, tempat dimana dia tumbuh besar. Jayden memilih untuk tinggal di Jakarta bersama Marlina (Ira Wibowo), sosok ibu yang selama bertahun-tahun meninggalkan dia tanpa alasan yang jelas.

Di Jakarta, Jayden memulai hidup dari nol. Awalnya memang tidak mudah. Namun sifat welcome dari keluarga baru rupanya mampu mempermudah proses adaptasi tersebut. Termasuk dalam mengambil keputusan menjadi guru musik di sekolah luar biasa yang dibina oleh yayasan Ibunya. Mampukah Jayden membawa perubahan dalam hidupnya? Dan tentu saja perubahan bagi anak-anak cacat yang diasuhnya?

Actually, film ini menawarkan premis yang cukup menarik. Apalagi ada nama Christian Bautista yang jelas jadi selling point utama. Tapi rupaya Awi Suryadi, tidak mampu mengkoordinir apa yang ada dengan baik. Sehingga film yang diharapkan bisa menginspirasi banyak orang, malah cenderung datar dan mudah dilupakan.

Pelantun tembang The Way You Look At Me ini sebenarnya mampu berakting dengan baik. Tapi nyatanya, dari awal film dimulai hingga kredit akhir, gue sama sekali nggak tau apa yang dilakuin sama Christian Bautista selain plonga-plongo tanpa ekspresi dan emosi. Padahal jajaran pendukung sudah bersusah payah membangun karakter dengan sedemikian kuat. Sebut saja Ira Maya Sopha, Sophie Navita, Gista Putri sampai Verdi Solaiman. Tapi apa daya, nggak ada jalinan chemistry yang terbangun dengan baik gegara pemenang Philippine Idol tersebut. Membuat pemain lain sepertinya sudah membuang-buang bakat mereka. Sori bagi yang ngefans sama Christian Bautista. Gue nggak sentimen kok sama dia. Tapi aktingnya emang biasaaaa banget!

Hal ini diperparah dengan naskah olahan Awi Suryadi dan Maggie Tiojakin yang penuh lubang disana-sini. Dan mereka tampak tidak terlalu capek-capek untuk menambal bagian yang bolong itu. Hal ini yang akhirnya membuat Simfoni Luar Biasa nggak bisa tampil dengan sempurna. Banyak hal yang begitu mengganggu jika kalian mau mencermati. Seperti bagaimana proses anak-anak cacat ini bisa seajaib itu menghafalkan lagu berbahasa inggris. Lalu bagaimana pula seorang labil seperti Jayden bisa membuat harmonisasi nada dengan begitu cepat padahal scene sebelumnya membuat bocah-bocah penderita disabilitas ini menurut saja, Jayden nampak kesusahan. Belum lagi penyelesaian banyak konflik yang (lagi-lagi) semudah membalikan telapak tangan. Sebut saja konflik antara Jayden dengan Dimas yang diperankan dengan baik oleh Verdi Solaiman. Tapi nggak usah heran deh. Ini kan kebiasaan perfilman kita? Bener kan? Makanya nggak salah jika kesan akhir dari produksi terbaru Delon Tio ini terlihat sangat terburu-buru.

Beruntungnya eksekusi seada-adanya saja a la Awi Suryadi setelah menyampah dengan Pengantin Topeng tahun lalu, tertutupi oleh muskalitas dari anak-anak kecil yang sumpah, bikin gue merinding disko. Ya, merinding, karena vokal mereka bener-bener gokil!

Meski jauh dari kata memuaskan, apalagi dengan poster resmi yang sangat tidak menjual, Simfoni Luar Biasa tetaplah bisa menjadi alternatif tontonan Indonesia yang berbeda. Cukup mampu memberi warna ditengah serbuan film dengan tema yang nggak bisa jauh dari kata kunti dan pocong. Dan sensualitas bodi cewek.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar